Kenali 7 Alasan Bayi Susah Makan

Bayi Susah Makan

Setiap Ibu di seluruh dunia pasti stres ketika menghadapi bayi yang susah makan. Beban pikiran semakin bertambah karena Ibu mengalami dilema karena asupan makanan sangat penting untuk menjaga kecukupan nutrisi bagi tumbuh kembang buah hati. Hal seperti ini biasa terjadi saat usia bayi sudah di atas 11 bulan dan terus berlangsung hingga usia 3 tahun.

Berikut ini beberapa alasan bayi susah makan dan menolak makanan yang sudah disiapkan Ibu :

  • Tidak atau belum lapar

Kalau si kecil menolak makanan yang sudah Ibu siapkan, jangan langsung panik, ya. Bisa jadi karena jeda waktu antara makan utama, camilan dan minum susu terlalu dekat. Bayi Ibu tentu masih merasa kenyang. Ingatlah kapasitas organ pencernaannya berbeda dengan kapasitas orang dewasa, porsi makanan yang masuk pun jauh lebih sedikit.

  • Bosan

Di usia 6 bulan ke atas, bayi sudah mulai belajar membedakan rasa dan tekstur makanan. Tak heran bila bayi mudah merasa bosan bila makanan yang diterima memiliki rasa dan tekstur yang sama. Variasikan setiap olahan dan penyajian makanan serta camilan setiap hari agar tidak membosankan, juga agar dapat membangkitkan selera makannya. Saat inilah Ibu dituntut untuk lebih kreatif dalam mengolah makanan dan bertindak sebagai chef profesional untuk si Kecil.

  • Mencari perhatian

Hal yang sering kurang dipahami adalah kenyataan bahwa bayi Ibu sudah pintar mencari perhatian. Ibu harus menyiapkan lebih banyak lagi stok sabar dan perhatian, ya. Si Kecil ingin bermain-main dengan cara melempar, menolak makanan atau bahkan mengeluarkan kembali makanan yang sudah ia telan.

  • Sakit

Bayi yang kurang sehat pada tubuhnya akan menurun selera makannya. Ibu bisa melihat gejala tersebut bila si Kecil yang biasanya aktif dan riang kini lebih banyak diam, tubuhnya lemas, sering demam atau diare. Berat badan yang terus stagnan tidak mengalami kenaikan juga harus diwaspadai. Segera lakukan cek ke dokter bila ada indikasi seperti di atas ya, Bu. Kemungkinan faktor medis pada bayi susah makan disebabkan penyakit seperti radang tenggorokan, sariawan (walau jarang terjadi pada balita, tapi kemungkinan ini selalu ada), gangguan pada lambung (Refluks Gastroesofagus), infeksi pencernaan atau flek paru-paru.

  • Terlalu banyak makanan manis dan gurih

Pola makan yang salah juga bisa menyebabkan bayi susah makan. Hati-hati memberikan camilan pada bayi dan balita. Periksa dengan teliti bila Ibu membeli camilan siap santap, terutama yang memiliki rasa manis dan gurih. Bayi merasa kenyang dan menolak makanan padat yang Ibu berikan, namun sebenarnya asupan kalori belum memenuhi angka kecukupan gizi. Alangkah sangat bijak bila Ibu membuat sendiri setiap makanan dan camilan untuk si Kecil.

  • Aktif bergerak

Ketika bayi sudah mulai belajar berjalan, maka kegiatan utama yang menjadi favoritnya adalah aktivitas fisik. Bayi lebih senang dan bersemangat bereksplorasi dan bermain dengan seluruh anggota tubuhnya. Ibu akan kesulitan bila mengajaknya duduk tenang sambil makan. Tak heran bila makanan di hadapannya pun menjadi sarana bermainnya juga.

  • Sikap Negativistik

Sikap ini ditunjukkan pada bayi usia 1 tahun ke atas. Dia sudah bisa memperlihatkan keinginannya pada Ibu dengan menolak rutinitas yang selalu dijalani setiap hari. Hindari memaksa bayi melakukan sesuai aturan yang sudah Ibu terapkan, ya. Sebaiknya Ibu mengambil sikap yang lebih ramah dan bersahabat dalam membujuk si Kecil agar tetap konsisten melakukan rutinitas jadwal hariannya.

Sabar memang bukan hal yang mudah dilakukan, tapi sangat diperlukan dalam menghadapi anak, khususnya bayi yang belum mengerti tugas dan tanggung jawab. Konsistensi, perhatian, dan kreativitas Ibu sangat diperlukan saat menghadapi bayi susah makan. Jangan pernah merasa kesal dan putus asa menghadapi buah hati yang masih baru mengenal dunia. Jadikan semua aktivitas bersama si Kecil adalah aktivitas yang menyenangkan yang akan menjadi memori bahagia untuk Ibu dan buah hati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *